Mei 08, 2013

Love

Love
Singer: Tompi

L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very-very extraordinary, and
E is even more than anyone that you’re adore

Love is all that I can give to you
Love is more than just a game for do
Do in love can make it
Take my heart but please don’t break it
Love was made for me and you



L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very-very extraordinary, and
E is even more than anyone that you’re adore

Love is all that I can give to you
Love is more than just a game for do
Doin’ love can make it
Take my heart don’t break it

Love was made for me and you
Love was made for me and you
Love was made (Uhuh! Come on yeah everybody)

Love, love, love, love
Love, love, love, love
Love, love, love, love
Love, love, love
Love, love, love
Love, love, love (one more time)
Love!

I'm falling in love

 

I'm falling in love
Singer: Tompi

Gaun merah di tubuhmu
Membuatmu tak biasa
Keindahan senyummu
Membuat aku tak kuasa

Menahan gejolak
Yg ada di dalam dada
Jantung ku berdetak kencang
Hei cantik kau sungguh menggoda

Reff:
Somebody please stop the moon from falling down
Because I’m falling in love tonight
Somebody please stop the moon from falling down
Because I’m falling in love with you
[2x]

Bolehkah aku bertanya
Siapa namamu hai dara
Jangan takut padaku
Aku hanya jatuh cinta
Inikah yg orang bilang
Cinta pandangan pertama
Tadinya ku tak percaya
Tapi kurasakan juga

Repeat reff

Just to be with you


 




 Just to be with you

 Singer: Tompi

If I could paint this world
It will be so colorful
Everyday I spend my whole lifetime
Loving you

After all that I have
No where else could be
Other than with you babe
Just to be with you

In my heart, I'm so sure
You're the only one
I found it very hard
To stay away

I wanna be with you
I just wanna be with you
Just to be with you

Maret 03, 2013

Joining MAPASADHA


Joining MAPASADHA (a short story)

Last January, my brothers, sisters, and I joined Basic Education of Nature Lover for college student. This basic education was organized by MAPASADHA. MAPASADHA is an organization which is active in nature activities. MAPASADHA is an abbreviation for Mahasiswa Pecinta Alam Sanata Dharma. This basic education must be had and passed by us or whosoever wants to join MAPASADHA.

Everyone who is being MAPASADHA member candidate should consider and treat other candidates as brother or sister. We aren’t allowed to consider other as a friend. Besides that, we whether candidate or member have our own jungle name. The senior made the jungle names. For example, my name is Damar and my jungle name is Silis. We use jungle name in order to make each of us equal. The senior told us, our jungle name makes us equal although we are actually different. We came from different background. We have special character or exclusive personality, even we also have different name. But, in MAPASADHA we made for one another. For me, jungle name makes us closer and it’s able to decrease our awkwardness and ashamed to other. That is the reason why I didn’t write my friends and I joined Basic Education of Nature Lover for college student. (Please, notice the first sentence in the first paragraph)

Before we joined basic education, we had been prepared with pre-basic education. Pre-basic education was done in three sessions. Each session took 2 days. We did pre-basic education in the weekend and in the different place for every pre-basic education. The first pre-basic education had been taken place at Klangon in Merapi mountain. The second pre-basic education had been taken place at 2 different places, first place was at Selokan Mataram (Mataram sewer) in Jogjakarta and the second one was at Babarsari in Jogjakarta. We did our second pre-basic education under Babarsari Bridge. The last pre-basic education had been taken place at 2 different places as well. The first place was at Cermai cave in Wonosari in Jogjakarta, then it continued at Parangndog high side near Parangndog beach in Bantul in Jogjakarta.

We moved from one place to other place on foot. The distance between Cermai cave and Parangndog high side is approximately 20 km. In the second pre-basic education we went on foot from Mrican (second campus of Sanata Dharma University) to under Babarsari Bridge. When we went to Selokan Mataram (Mataram sewer) from Mrican by a rental car because we brought a rubber boat for rafting at Selokan Mataram. We called it Mataram sewer but it was actually a river which was built since Mataram kingdom government.

We learnt mountain jungle and navigation in the first pre-basic education. We also learned how to make fire camp, how to cook in the jungle, and how to build bivouauc and natural bivouauc. We started learning how to build natural bivouauc in second pre-basic education. The materials of second pre-basic education were about rafting and building natural bivouauc. We used at least 2 raincoats to build bivouauc. In order to build natural bivouauc, we needed wood, branches, and foliage. So, bivouauc is different to natural bivouauc. In the last pre-basic education, we learnt all about cave (including kind of rocks in the cave and kind of creatures) and how to do rock climbing and how to use rock climbing gears. We did rock climbing at Parangndog high side.

Before we did pre-basic education, we had had a class to learn 8 materials. Those materials were about MAPASADHA organization, nature lover, and management of journey, mountain hiking, navigation, jungle survival, first aid, and ESAR (Explore, Search, and Rescue). MAPASADHA organization and nature lover were about organization acquaintances. The other 6 materials were important knowledge for living and surviving in the jungle.

This scheme of admission of MAPASADHA member had been begun on September 12th, 2012. This all admission process lasted in inauguration day on Februari 3rd, 2013 at Ungaran mountain in Central Java. There are 9 survivors from 15 candidates. Nine of them are Gacer, Berok, Celnah, Lacuk, Brontok, Bidur, Jeron, Sikur, and Silis. They who fell in admission process of MAPASADHA are Tikek, Loang, Kencet, Pektay, Pantet, and Kocer. But once we met, learnt, and started this process together, we are still brother and sister for one another.


Written by: Silis
Snake Fraternity XXXIII

Februari 27, 2013

Saya dan Perubahan (wreck mind)


pointortwo.com


Saya dan Perubahan
(bagian 2)
Ketiga alasan yang disampaikannya padaku, sungguh membuatku makin bimbang. Kekhawatiran dan ketakutan di dalam hatiku semakin besar. Berbagai pertanyaan makin banyak muncul tak beraturan. Jangankan untuk menjawabnya, bahkan untuk menghentikannya pun aku tidak mampu.

Bagaimana seorang manusia dikatakan baik atau pun jahat? Apakah manusia yang baik adalah manusia yang mentaati hukum, menghormati orang tua, berperilaku sopan dan lembut, berkata-kata hal yang membahagiakan orang lain, tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak mengingkari janjinya, tekun belajar, berpakaian sopan, dan tekun beribadah? Itukah manusia yang baik?

Lalu bagaimana dengan manusia yang jahat? Apakah manusia yang jahat itu manusia yang melanggar hukum, merendahkan orang tua, menyepelekan orang lain, berperilaku biadab dan kasar, berkata-kata hal-hal yang menyusahkan orang lain, membunuh, berzinah, mencuri, mengingkari janjinya, malas belajar, berpakaian tidak sopan, dan tidak beribadah padahal beragama atau bahkan manusia yang tidak beragama? Itukah manusia yang jahat?

 Kemudian, dari mana asal “baik” dan “jahat”? Mengapa ada “baik” dan “jahat”? Apakah asal hal-hal baik itu dari Tuhan? Jika Tuhan hanya menguasai hal-hal baik, maka ada penguasa lain yang menguasai hal-hal jahat. Itu berarti Tuhan bukan sosok Yang Maha Kuasa. Tuhan menjadi Yang Maha Kuasa bila Tuhan menguasai hal-hal baik dan hal-hal jahat. Bila Tuhan menguasai baik dan jahat, mengapa ada kata “benar” dan “salah”? Mengapa jahat dikatakan salah? Bukankah asal jahat juga dari Sang Penguasa yang juga merupakan asal baik?

Untuk apa aku memperjuangkan hal-hal yang tidak aku pahami? Sejak dahulu para ilmuwan berjuang untuk hal-hal yang mereka imani. Thomas Alva Edison mengatakan,” I have not failed. But I've just found 10,000 ways that won’t work.” Thomas mampu mengimani karena dia mengetahui dan dia memahami apa yang dia lakukan. Sedangkan aku, aku tidak paham ucapan Perubahan, kawan baruku.

Aku harus menemuinya lagi. Aku harus memaksanya untuk menjelaskan kepadaku apa yang dikatakannya. Sekarang, hati dan pikiranku benar-benar hancur. Aku tidak mampu mengenalinya lagi. Aku tidak mampu mengikutinya. Aku tidak mampu mendengarkannya lagi. Mungkin, hanya satu jalan penyelesaiannya, yaitu dengan BERUBAH walaupun aku tidak mengerti mengapa aku perlu PERUBAHAN.
-sejenak berpijak-
Tuhan, seringkali aku tidak tahu apa arti hidupku ini dan apa yang harus aku perbuat. Di jalanMu, Tuhan, kuingin kedamaian.

thinksmartfeelgoodlivewell.blogspot.com
 

Saya dan Perubahan (wreck mind)



craigdesmarais.com

Saya dan Perubahan
(bagian 1)
Saya bertemu kawan baru. Ya baru-baru ini saja. Perkenalkan, nama kawan baru saya adalah Perubahan. Kawan baru saya ini sungguh berbeda dengan saya, mulai dari cara berpikir, cara bertindak, dan cara berkata-kata. Seringkali, kawan saya ini berlawanan dengan saya. Ketika saya berinteraksi dengan dia, selalu saja dia menyatakan hal-hal baru yang bertentangan dengan yang saya lakukan selama ini. Ya mungkin sesuai dengan namanya, Perubahan. Dia selalu menawarkan dan mengharuskan saya melakukan perubahan.

Mengapa dia selalu menawarkan dan mengharuskan saya untuk melakukan perubahan? Nah inilah jawabannya. Pertama, dia mengatakan saya adalah manusia. Manusia yang baik adalah manusia yang dinamis. Dinamis dalam hal cara berpikir, cara berperilaku, dan cara berkomunikasi. Maksudnya adalah saya dianjurkan untuk selalu berefleksi. Saya diharuskan untuk merefleksikan tiap perilaku saya, termasuk cara berkomunikasi dengan sesama manusia, dan cara menilai sesama manusia. Jika saya bersikap monoton, saya dikatakan manusia yang statis. Lalu kemudian saya disebut sebagai manusia yang tidak baik. Kata lain dari tidak baik adalah jahat. Berarti, saya jahat kalau monoton dan saya baik kalau dinamis. Begitu kata kawan baru saya.

Kedua, Perubahan melihat saya sebagai seorang manusia yang beruntung karena saya berkesempatan mengenyam pendidikan, bahkan hingga saat ini saya adalah mahasiswa. Perubahan melihat predikat saya sebagai mahasiswa sebagai alasan kuat saya harus menjadi manusia yang dinamis. Mengapa? Mahasiswa idealnya mampu untuk membaca dan menulis. Mahasiswa idealnya mampu untuk bergaul dan berinteraksi dengan banyak manusia. Mahasiswa tentunya mampu menentukan sikap. Mahasiswa tentunya mampu dan menguasai kegiatan belajar. Mahasiswa seharusnya mempunyai prinsip dasar yang kuat tentang apa itu hal berguna dan tidak berguna. Mahasiswa sudah sewajarnya mampu berpikir dan bersikap dewasa. Dari semua kemampuan yang dikuasai mahasiswa tersebut, tentunya tidak sulit bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan. Berarti, tidak ada alasan untuk saya tidak melakukan perubahan.
Mendengarkan alasan pertama saja saya sudah bingung, apalagi mendengarkan alasan keduanya. Ampun.. ampun… Saya merasa tertekan dengan kedua alasannya. Ketakutan seketika muncul di dalam diri saya. Ketakutan menguasai saya. Kekhawatiran pun menyelimuti hati saya. Begitu banyak pula pertanyaan-pertanyaan muncul di dalam otak saya. Apa itu jahat menurutnya? Apa itu baik?  Bagaimana manusia yang baik itu? Mengapa statis itu jahat? Mengapa dinamis itu baik? Mengapa ada jahat? Mengapa ada baik? Dari mana asal jahat dan baik?

Perubahan terlihat seolah dia mengerti kekhawatiran dan ketakutan saya serta berbagai pertanyaan yang  muncul dari otak saya yang belum saya ungkapkan. Bukannya berusaha untuk menjelaskan kedua alasan yang dia sampaikan, justru dia menyampaikan alasan ketiganya. Perubahan berkata,” Kamu orang beragama kan? Jika ya, berarti kamu percaya Tuhan itu ada. Entah kamu mengimani Tuhan atau tidak. Tentunya pengetahuanmu sebagai seorang berpendidikan dan beragama cukup bisa menjelaskan segala kekhawatiran, ketakutan, dan berbagai pergulatan di dalam hati dan otakmu.” Tak cukup berkata demikian, dia menambahkan lagi. “Jika pengetahuanmu sebagai orang berpendidikan dan beragama tidak mampu membuatmu untuk melakukan perubahan, itu berarti kamu perlu merefleksikan kembali hidupmu. Hentikan sejenak perilaku hidupmu saat ini. Belajarlah lebih tekun. Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam. Berubahlah.”

-sejenak berpijak-
Benarlah perkataan ini:
“Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita;
jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya.”
2 Tim 2:11-13
mobavatar.com

Februari 24, 2013

Karena Kamu Cuma Satu






Song: Karena Kamu Cuma Satu
Singer: NAIF

Kau yang paling setia, kau yang teristimewa
Kau yang aku cinta, cuma engkau saja
Dari semua pria aku yang juara
Dari semua wanita kau yang paling sejiwa

Denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
Akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
Denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
Janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku

Kau satu-satunya dan tak ada dua
Apalagi tiga, cuma engkau saja

Denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
Akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
Denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
Janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku

Kau satu-satunya dan tak ada dua
Apalagi tiga, cuma engkau saja
Dari semua pria aku yang juara (aku yang juara)
Dari semua wanita kau yang paling sejiwa

Denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
Akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
Denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
Janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku
Untukku, untukku, untukku, untukku


============================================
musiklib.org - Web Lirik Lagu Indonesia 
============================================